Akselerasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa konsekuensi di antaranya menuntut pengembangan perpustakaan untuk melakukan suatu perubahan. Hal demikian logis, sebab jika perpustakaan tidak segera melakukan perubahan yang signifikan maka niscaya perpustakaan akan termarginalkan bahkan ditinggalkan oleh pemakai/pengunjung. Perpustakaan sebagai public service (pelayan publik) semakin dituntut memberikan pelayanan prima, khususnya dalam strategi pengembangan organisasi atau kelembagaan ke arah yang lebih berpihak kepada kepentingan pemakai. Itu sebabnya, pelayanan dan fasilitas perpustakaan menjadi penting dalam rangka memenuhi user friendly serta tetap berorientasi kepada kebutuhan para pemakai.
Era globalisasi yang lebih mengutamakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi informasi, menuntut keberadaan perpustakaan yang semakin handal, berkualitas serta up to date untuk dapat berkompetisi dalam kancah persaingan jasa pelayanan. Teknologi informasi telah berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Sebagai contoh, perkembangan internet dan perkembangan sumber informasi baru yang begitu cepat sehingga menuntut perpustakaan untuk melakukan suatu langkah perubahan, baik dalam bentuk koleksi maupun dalam hal pola pelayanannya.
Tersedianya koleksi perpustakaan yang dapat diperoleh secara cepat, tepat serta pelayanan yang efisien dan efektif akan menunjukkan bahwa perpustakaan serius dalam memperlakukan informasi sesuai dengan percepatan perubahan zaman. Hal ini akan memberi nilai tambah dan dampak positif bagi perpustakaan khususnya tentang penanaman image atau citra perpustakaan yang pada saat sekarang ini masih di nilai rendah di mata masyarakat. Atas dasar asumsi dan bertitik tolak pada perubahan paradigma demikian kemudian eksistensi atau keberadaan perpustakaan pun akan diperhitungkan dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pelayanan jasa informasi yang lain.
Perkembangan Internet
Dalam beberapa tahun terakhir ini, perkembangan dan penggunaan internet semakin meluas di Indonesia, bahkan bisa dikatakan perkembangannya sangat luar biasa. Terbentuknya internet dapat menyatukan suatu network komputer dengan network komputer lainnya atau komunikasi antarkomputer. Internet juga dikenal dengan istilah “net” saja dalam arti adalah jaringan komputer terbesar di dunia. Melalui internet kita bisa berhubungan antarjaringan komputer. Misalnya saja dalam catatan dapat dipaparkan bahwa pada bulan Juli 1993 baru terdapat 13.000 jaringan dan lebih dari 1.766.000 mesin komputer data dari Quatterman dan Mitchell. Sampai tahun 1999 diperkirakan ada lebih dari 30.000 jaringan dengan alamat lebih kurang 30 juta di seluruh dunia. Tentu saja jumlah tersebut kini semakin berlipat bahkan terus bertambah sejalan dengan kebutuhan pengguna dalam menunjang aktivitasnya. Karena sifatnya berupa ruang yang mirip dengan dunia sehari-hari, maka internet bisa disebut sebagai ruang maya (cyberspace).
Melalui internet kita dapat melakukan pertukaran teks dan berbagai pesan dengan berjuta manusia dalam bisnis, akademi, pemerintahan dan organisasi lain dalam jumlah lebih dari berpuluh atau ratusan negara. Internet juga dapat mengakses perangkat lunak, dokumen (seni, politik, kebudayaan), gambar, peta cuaca, katalog perpustakaan dan berbagai informasi dari beberapa tempat di seluruh dunia. Melalui internet pula, bisa dilakukan komunikasi dan pertukaran sumberdaya atau mendapatkan sumberdaya untuk bekerjasama dalam satu lembaga yang berbeda benua, guna mencapai tujuan yang sama.
Pada dasarnya kegunaan internet dapat ditinjau dari dua hal yaitu dari orang yang menggunakan dan informasi yang terkandung di dalamnya. Sebagai alat komunikasi, kegunaan amat penting dari internet adalah berupa pertukaran pesan antarmanusia dengan electronic mail. Dalam jumlah jutaan orang di dunia dapat berkomunikasi tanpa surat, amplop, perangko atau memijat tombol telepon. Internet juga menghubungkan komputer dan fasilitas sharing resources di antara komputer. Dengan internet kita dapat mencari software, essay data dan program dari ribuan titik distribusi di seluruh dunia. Banyak perusahaan yang menyediakan sofware gratis tentang pemasaran, penjualan dan pelayanan pada internet. Peningkatan angka perusahaan pengguna internet semakin banyak, di Indonesia meliputi angka pertumbuhan pengguna internet sebanyak 700% per-tahun.
Kegunaan atau fungsi lain dari internet berupa resources discovery. Navigasi untuk mencari file tertentu, dokumen host atau orang di antara jutaan host bukan hal mudah. Melalui internet maka pelayanan resources discovery (navigator) yang telah dikembangkan akhir-akhir ini dapat membantu masalah tersebut. Pelayanan ini seperti mencari: (a) jutaan indeks dari pustaka yang online, (b) online bookstrores, (c) kata kunci dari full documen untuk mencari ribuan pustaka, (d) ratusan dari katalogi perpustakaan, termasuk Library of Congress dan beberapa katalog universitas ternama, (d) sejumlah dari basis data khusus.
Dari berbagai paparan di atas, dapat dikatakan bahwa internet merupakan suatu jaringan bebas dalam mempertukarkan informasi dan menghubungkan ribuan bahkan jutaan jaringan di seluruh dunia, kini terus bertumbuh-kembang sangat pesat. Sebagai sarana komunikasi, kehadiran internet mestinya membawa dampak di antaranya akan mengubah sikap atau cara manusia bekerja dan dapat dipastikan akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Tampaknya sangat mustahil bila kehidupan maupun aktivitas di abad serba modern seperti sekarang harus menghindar dari serbuan informasi tersebut, kecuali jika mengisolirkan diri dari kemajuan peradaban.
Demikian juga dalam hal pengelolaan perpustakaan, mau tidak mau harus mengubah dalam hal cara penyajian informasi yang menjadi koleksinya. Bahan-bahan yang tersedia untuk dikonsumsi sudah selayaknya dibuat dalam bentuk digital. Dewasa ini, ada perusahaan penerbitan yang telah memproduk atau menghasilkan bahan-bahan dalam bentuk digital. Penerbit bahan-bahan digital akan menjadi sesuatu yang lazim dalam waktu dekat ini, apalagi mengingat perkembangan informasi yang relatif cepat sehingga menuntut penerbit untuk mengikuti trend yang ada. Koleksi digital terutama sangat diperlukan oleh lembaga-lembaga yang banyak menghasilkan produk-produk berupa hasil-hasil penelitian, seperti perguruan tinggi atau lembaga riset lainnya.
Internet merupakan suatu pilihan alternatif yang sangat strategis sebagai sarana penunjang dalam penyelenggaraan maupun upaya menuju perpustakaan digital. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor berikut: (1) internet mempunyai networking yang sangat luas, (2) internet mempunyai kapasitas yang tinggi, dan (3) internet tidak hanya merupakan teknologi berakses tetapi juga dapat digunakan untuk berinteraksi, mempunyai sifat one stop shopping. Telah dikembangkannya internet menjadi one stop shopping untuk memperoleh koleksi digital dari seluruh dunia. One stop shopping dimaksudkan “belanja semua kebutuhan di satu tempat” atau lebih luasnya bermakna “solusi satu atap.”
Perpustakaan Digital
Mengapa perpustakaan digital disebut perpustakaan? Menurut Nunberg (dalam Ridwan,1998) perpustakaan dibagi dalam 3 (tiga) kategori yaitu data, metadata, dan proses. Data adalah bahan-bahan pustaka, metadata adalah informasi tentang perpustakaan dan bahan-bahan pustaka, sedangkan proses adalah kegiatan aktif yang dilakukan seluruh elemen perpustakaan.
Pengertian perpustakaan digital dapat dilihat dari beberapa sisi. Dari sisi temu kembali informasi, perpustakaan digital dapat diartikan sebagai kumpulan data base. Dari segi layanan informasi, perpustakaan digital dapat diartikan atau dilihat sebagai penggunaan World Wide Web. Sedangkan dari sisi ilmu perpustakaan, perpustakaan digital bisa dipandang sebagai kelanjutan dari otomasi perpustakaan.
Dari pengertian perpustakaan digital tersebut kemudian timbul berbagai pertanyaan, yang harus dipecahkan bersama. Pertama, bagaimana cara mendigitalisasi bahan pustaka dan menyediakannya untuk dapat dikonsumsi khalayak secara online. Kedua, bagaimana memasukkan informasi baru yang belum memiliki bentuk layaknya seperti koleksi perpustakaan. Ketiga, bagaimana menentukan bahan-bahan dalam perpustakaan digital. Keempat, kapan bentuk digital digunakan dan kapan bentuk digital mengungguli tradisi perpustakaan yang ada sekarang ini.
Peran Pustakawan
Perpustakaan digital memerlukan pustakawan digital. Menjawab semua pertanyaan di atas, jawabannya tentu saja tidak bisa terlepas dari peran pustakawan. Pustakawan harus siap dan selalu bersedia menjawab tantangan perubahan yang terjadi, dengan memiliki kemampuan untuk melihat apa yang sebenarnya sedang atau akan terjadi. Nilai-nilai yang menjadi landasan profesi pustakawan memang akan tetap sama, tetapi cara-cara serta nilai maupun sikap yang diaplikasikan ke dalam kegiatan dan operasional perpustakaan akan mengalami perubahan secara mendasar. Misi perpustakaan untuk mengumpulkan, mengolah, dan melayani informasi masih tetap relevan, tetapi seiring dengan akselerasi (percepatan) teknologi informasi dan komunikasi seperti belakangan ini maka cara melakukannya mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Itu sebabnya, penyediaan informasi berbasis cetak, walaupun tidak harus secara serta merta dihilangkan, namun dalam rangka memenuhi perubahan zaman yang semakin mengglobal seyogyanya aktivitas perpustakaan dilengkapi dengan sumberdaya berbasis elektronik yang jumlah dan kecepatannya kian meningkat. Perubahan zaman yang ditandai oleh akselerasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi semakin layak diantisipasi sehingga lebih menjadikan tantangan dalam meningkatkan pelayanan.
Pada tingkat implementasi, selanjutnya para pustakawan perlu terlibat secara langsung dan menerima tanggung jawab dalam lingkungan jaringan informasi. Medium internet telah menawarkan cara-cara terbaru dalam berkomunikasi dan berinteraksi guna memperoleh informasi bagi para pengguna. Dalam hal ini pustakawan perlu mengambil inisiatif untuk mengorganisir dan mengakses informasi yang disajikan melalui medium internet tersebut. Katalog online akhirnya menjadi sebuah pilihan yang cukup layak dikembangkan dan selanjutnya dimuat dalam jaringan lokal dan internet.
Kesimpulan
Perkembangan perpustakaan digital muncul dari pengembangan otomasi perpustakaan dan selanjutnya tersedia bahan-bahan digital seperti CD-ROM. Seiring perkembangan teknologi informatika seperti medium internet sebagai salah satu pilihan alternatif penunjang penyelenggaraan menuju perpustakaan digital, sehingga pelayanan bisa dilakukan secara lebih praktis, cermat, akurat sebagai perpustakaan yang mampu memberikan pelayanan resources discovery seperti mulai dikembangkan untuk mencari jutaan indeks pustaka, online bookstrores, juga memberi layanan untuk mencari ribuan pustaka yang online, serta ratusan dari katalogi perpustakaan dari berbagai institusi ternama. Pada tahap inilah pustakawan diharapkan mulai memperoleh pengalaman dalam hal penyediaan pelayanan secara modern, komunikatif dan profesional.
Perubahan yang terjadi di lingkungan perpustakaan, khususnya menyangkut infrastruktur telah membawa konsekuensi. Di antaranya menuntut para pustakawan untuk selalu menambah wawasan/pengetahuan, mengubah paradigma pelayanan dan perilaku untuk menerjemahkan nilai-nilai tradisional ke dalam jaringan informasi elektronik. Pelayanan perpustakaan berbasis elektronik di era digital ini dimaksudkan untuk mengeliminir ruang, jarak dan waktu dalam rangka memberikan pelayanan yang efisien dan optimal kepada para pengguna/pemakai atau pengunjung.
(Dimuat di Majalah Gagasan, edisi April 2006)
Daftar Bacaan:
Manusia dan Lingkaran Informasi. 17 Maret 2003. www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=110435&kat_id=105&kat_id1=232&kat_id2=285
Pudjiono. 2004. Library News: Perpustakaan Universitas Airlangga Menuju Perpustakaan BerbasisTteknologi Digital. www.lib.unair.ac.id/modules.php?&file=article
Siregar, A. Ridwan. 1998. Perpustakaan Digital: Implikasinya terhadap Pustakawan. www.library.usu.ac.id/news&article&sid=4
Sulistyo-Basuki. 1994. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia.
Supriyanto. 1997. Kebijakan Perpustakaan (Makalah Pelatihan Manajemen Perpustakaan Sekolah Propinsi Jawa Tengah), Semarang: Perpustakaan Daerah Jawa Tengah.
_______, 2000. Pintar Melalui Internet, Badan Informasi dan Komunikasi Nasional, Jakarta.


2 comments:
salam kenal dari saya by blog
gadget
Post a Comment