Perpustakaan sebagai Pusat memori
· Buku atau pustaka sebagai berkas kertas yang dijilid, biasanya diisi karangan literer, merupakan wahana yang efektif bagi penyebar luasan sekaligus pelestarian iptek dan budaya.
· Antara buku dan perpustakaan ada korelasi baik secara etimologi, histories maupun fungsional.
· Buku merupakan komponen utama dlm. sebuah perpustakan.
· Perkembangan perbukuan sejajar dengan perkembangan perpustakaan
Korelasi antara buku dan perpustakaan
· Kata “pustaka” berarti naskah atau buku
· Per – pustaka – an
· Buku = biblos (Yunani)
· Bibliotheek (Belanda)
· Buku = liber (Latin)
· Library (Inggris)
Perkembangan perpustakaan:
· Dewasa ini perpustakaan berkembang menjadi sebuah institusi yang dikembangkan berdasar ilmu yang mandiri dan mengemban fungsi utama sebagai pusat penyimpan memori(informasi) dan penyaji informasi.
· Perpustakaan berdaya guna bagi usaha pengembangan iptek dan budaya , peningkatan kualitas dan martabat SDM.
· Meski perpustakaan modern sudah memanfaatkan media elektronik sbg. sarana informasi namun buku masih merupakan komponen dominan dlm. koleksi perpustakan
Ilmu Perpustakaan: secara metodologis mengkaji hal-hal yang berkaitan dng. Perpustakaan:
· Perpustakaan sebagai institusi,
· Organisasi koleksi perpustakaan,
· Pengawetan/pelestarian koleksi,
· Penyebaran informasi dan jasa perpustakaan,
· Hal-hal yang berkenaan dng.perpustakaan dan jasa perpustakaan
Perkembangan Ilmu Perpustakaan:
· Ilmu Perpustakaan harus direvisi sejalan dengan proses perkembangan yang tak terhindarkan di dunia informasi.
· Perpustakaan konvensional mulai menggabungkan berbagai jenis rekaman memori (records) baru.
· Buku, manuskrip, incunabula mendominasi abad lalu, sekarang dilengkapi bentuk mikro, AV,CD_ROM, file komputer, situs internet
Perkembangan jenis rekaman memori :
· Perubahan teknologi yang menghasilkan rekaman
· Perpustakaan tidak akan lama semata-mata dipandang sbg. penyimpan buku,
· Gambaran ini membuat citra (image) baru yang menyebabkan kesalah fahaman, baik pustakawan maupun pemakai
· Perlu mengkaji ulang konsep ilmu perpustakaan dan kepustakawanan
· Penempatan praktek kepustakawanan dlm. konteks sosial baru
Rekaman Analog dan Digital
· Kehidupan mengajarkan bahwa memori manusia tidak begitu dapat diandalkan,
· Sejarah membuktikan berbagai bentuk rekaman telah membantu kita mengatasi hambatan ini,
· Peradaban manusia telah terekam dengan sendirinya oleh berkas-berkas (records)
· Kegiatan perekaman telah dilakukan oleh praktek kepustakawanan,
· Sebagai memori obyektif (records) merupakan obyek kajian Ilm.Perpustakaan
· Bahan pustaka analog bersifat hiterogin
Rekaman Analog:
· Berkas konvensional adalah berkas analog,
· Bentuk rekaman konvensional adalah rekaman yang tidah dihubungkan dng. teknologi komputer,
· Bentuknya sama antara berkas/rekaman (records) dng. Apa yang dituliskan,
· Analog menunjukkan ke bidang persepsi visual
Rekaman Digital
Hadirnya komputer membawa perubahan yang dramatis dan membawa banyak masalah, bagaimana mengembangkan suatu kriteria yng. seragam dalam mengatasi pustaka analog yang hiterogin.
· Perubahan perekaman analog ke digital dengan komputer berprinsip bilangan biner 1-0
· Proses konvergensi dalam proses digitalisasi berbagai media semakin mudah, ringkas dan efektif dalam penggunaan media tsb
Dampak digitalisasi
· Penggabungan antara teks, gambar, citra, suara, film dll. Memungkinkan penyajian dlm satu sarana media yaitu internet,
· Munculnya era digital akan menciptakan ruang maya (virtual), memungkinkan berubahnya wajah semua industri media massa (e-book/journal, e-news dll.)
· Produk yng semula analog menjadi digital
Dampak Digitalisasi terhadap dunia Perpustakaan
· Perubahan wajah industri media massa digital/virtual menyeret perpustakaan mengikuti derap kemajuan TI,
· Berubahnya produk media massa yang sudah menjadi digital/virtual mengubah koleksi dlm bentuk digital/virtual,
· Koleksi perpustakaan terbacakan mesin dan dapat tampil dlm file komputer harus ada manajemen records untuk kemudahan SSTKI
Wadah Rekaman Memori
· Buku merupakan bentuk fisik yang pertama kali, merupakan bukti fisik yng memungkinkan tempat tinggal sementara bagi memori.
· Kertas dan tinta dapat memindahkan ke bahan lain walau masih bersifat fisik,
· Sistem penulisan dpt dipandang sbg sistem sandi (encoding), berbagai sistem grafis dlm bentuk rekaman memori
Fungsi Buku
· Sebagai memori manusia dan pranata ilmu pengetahuan yang efektif,
· Wadah untuk menampilkan dan memelihara perdaban bangsa, alat penyebaran dan pewarisan nilai budaya,
· Sarana informasi dan komunikasi yang tidak dibatasi ruang dan waktu,
· Buku adalah sebuah dunia ide, membuat cakrawala ilmu pengetahuan bertambah
· Membuat seseorang mengalami mobilitas psikhis yang bebas dari batas keruangan dan waktu,
· Salah satu isi buku terpenting sbg wadah ajaran suci berupa kitab suci sbg dasar identitas religiusitas seseorang,
· Munculnya tradisi tulis dng media “buku” sistem pewarisan iptek, rohani dan budaya berlangsung di masyarakat tidak lagi dipelihara dan diteruskan secara lisan.
· Prasyarat muncul dan berkembangnya iptek dlm semua dimensi
Penutup
· Setelah budaya buku meluas, yang perlu disadari adalah kesadaran atas makna minat membaca,
· Buku merupakan komponen paling penting dalam perilaku membaca,namun yang perlu dibaca sebenarnya tidak semata-mata aksara, angka,atau visualisasi lain yang tercetak di media buku,
· Media kertas dapat digantikan media elektronik dlm bentuk images, namun images tidak mebebaskan melainkan membelenggu fantasi
· Images tidak memberikan ruang bagi daya imaginasi karena seluruhnya mendeterminasi persepsi. Kita tidak perlu memusuhi TV, karena TV ada jasanya.
· Kemanusiaan kita berkembang karena membaca buku, bukan karena nonton TV. Kita berharap agar generasi TV dan instan satisfaction sekarang tetap senang membaca buku supaya dapat mengalami keasyikan dan kebebasan rokhani
Oleh: Purwono (Pustakawan UGM)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment